Archive | Artikel

26 November 2009 ~ 0 Comments

Sekte 2.0

Axel Michaels, seorang Indolog, menulis dalam bukunya tentang Hinduisme bahwa dalam konteks India kata “sekte tidak menunjukkan adanya perpecahan atau komunitas yang terasingkan, melainkan lebih pada suatu tradisi yang terorganisir, yang biasanya didirikan oleh si pendiri yang melakukan praktik-praktik asketik.” Dan menurut Michaels, “Sekte-sekte India tidak memusatkan perhatian pada ajaran sesat, karena tidak adanya pusat atau pusat yang menuntut membuat hal ini tidak mungkin. Sebaliknya, fokusnya adalah pada para penganut dan pengikutnya. (dikutip dari Wikipedia)

Di era New Wave, kata sekte disini diartikan sebagai sebuah komunitas yang sengaja dibentuk untuk penciptaan sebuah “cult brand”.  Dimana para pengikutnya yang terjaring melalui jejaring social (seperti microblog, web komunitas, portal online, dll) akan dijadikan sebagai sectator atau pengikut setia dari suatu merek.

Social media, dapat melakukan pendekatan secara horizontal, yakni menghubungkan satu pelanggan dengan pelanggan lainnya. Bahkan lebih dari itu. Social media dapat mengubah istilah pelanggan menjadi anggota, dimana tentu saja hubungan yang tercipta akan semakin erat, sehingga cult brand sebagai sebuah pencapaian tertinggi suatu merek dapat dengan mudah tercapai.

Dalam tulisan Hermawan Kertajaya yang berjudul Cerita Nike Sebagai Konektor Eksperiensial menyebutkan bahwa Nike telah menggeser level hubungan-dari mass menjadi lebih kearah relationship marketing, melalui portal online nya. Nike telah mengubah kedudukan pelanggannya menjadi anggota dari komunitas yang mereka ciptakan.

Seperti yang kita ketahui,  stereotipe antara pelanggan dan anggota sangatlah berbeda. Pelanggan cenderung hidup sendiri-sendiri, sementara anggota cenderung melakukan interaksi dan saling membantu. Jika sebuah produk atau perusahaan dapat melakukan perubahan posisi seperti yang dilakukan Nike, maka keuntungan yang didapat adalah bermunculannya para advocator customer. Orang-orang yang melakukan pembelaan terhadap suatu produk secara mati-matian.

Dan kemudian dalam pencapaian yang lebih tinggi lagi, komunitas tersebut akan dapat digiring ke dalam suatu sekte 2.0, dimana belief akan mengikat para pemujanya dengan menjadikan produk tersebut sebagai “Roh” dalam sekte yang dimaksud.

Pencapain yang tentunya sangat memuaskan bagi para pemegang merek. Dan Bloggers @ MarkPlus Conference 2010,  jika didekati dengan pendekatan yang unik sesuai karakteristik mereka, dapat dijadikan  sectator tersendiri dalam sekte 2.0 selanjutnya.

Selamat bergabung!

Sumber: Wiwikwae

Continue Reading

10 November 2009 ~ 1 Comment

Social Games: Tren Baru Industri Game

Resesi global yang terjadi di tahun 2008 hingga pertengahan 2009 nyaris merontokkan Yahoo,General Motors, Toyota dan beberapa perusahaan besar lainnya, Tapi industri game tetap semarak dan nyaris tak terpengaruh. Hal ini mengisyaratkan bahwa tak ada resesi untuk kesenangan dan hobi. Lebih menakjubkan, industri game bisa menciptakan tren baru disaat yang lain berjuang mati-matian menghindari jurang kebangkrutan. [...]

Continue Reading

19 October 2009 ~ 3 Comments

Keluar dari arus mainstream

Salah satu tantangan terbesar bagi para pekerja freelance adalah bagaimana cara menentukan posisi dan kemudian keluar dari persaingan yang makin ketat. Keluar dari persaingan bukan berarti keluar dari bisnis. Buku Blue Ocean Strategy saya kira cukup mewakili apa yang saya maksud, yaitu kita selalu di tuntut untuk berpikir kreatif dan tidak ragu untuk menciptakan inovasi baru yang mungkin luput dari perhatian. [...]

Continue Reading

11 October 2009 ~ 0 Comments

Memahami Istilah Statistik pada Web dan Blog

Memahami Istilah Statistik pada Web dan Blog

Ada beberapa istilah penting yang digunakan untuk mengukur trafik suatu website. Beberapa data dan laporan sering menggunakan istilah pageview, daily unique visitor, hits, impression dll. Apa maksud dari istilah-istilah tersebut dan apa gunanya? Pemahaman yang keliru pada istilah-istilah tersebut dapat berakibat fatal bila anda bekerja di bidang online marketing atau yang berhubungan dengan data-data statistik di dunia internet. Berikut ini saya berikan sedikit penjelasan beberapa istilah penting tersebut. [...]

Continue Reading

11 October 2009 ~ 0 Comments

Blog: Reformasi Informasi dan Dunia yang Datar

Blog memang fenomenal. Sejak kelahirannya pada pertengahan tahun 90-an blog telah berkembang sangat luar biasa. Siapapun sekarang ramai-ramai bikin blog: mulai dari pemimpin politik, pemimpin bisnis, perusahaan raksasa segede Google, artis , pakar bisnis penerbit buku sampai dengan blogger-blogger profesional

Secara sederhan, saya mendefinisikan blog adalah “buku harian” dari orang-orang yang ingin berbagi informasi, ide, dan pengalaman dengan “warganegara” internet lainnya. Apa? buku harian? Siapa yang mau membaca buku harian orang lain? Jangan salah! Ambil contoh Barack Obama. Siapa yang tidak ingin tahu kegiatan sehari-hari orang no 1 di Amerika Serikat? Siapa yang tak tertarik dengan apa yang dipikirkan dan sedang direncanakan oleh Bill Gates atau Steve Jobs?

[...]

Continue Reading

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes