21 February 2010 ~ 9 Comments

Jangan Sembarangan Update Status

mulutmu-harimaumu

Statusmu Harimaumu…

Membuat status di Facebook sangat menyenangkan, karena dalam sekejap apa yang kita rasakan bisa dibagikan ke semua teman di friendlist. Bila beruntung maka status kita akan langsung dibalas dengan komentar yang bermacam-macam. Update status di Twitter juga akan lebih bersemangat jika status kita di Reply atau bahkan di ReTweet. Pokoknya serasa jadi selebritis dadakan yang selalu ditunggu penggemarnya.

Sayangnya akhirnya batasan antara informasi umum dan pribadi menjadi absurd, sekarang gampang dijumpai update status yang penting-nggak-penting-yang-penting-update. isinya aneh-aneh, dari hal-hal seperti sedang di toilet hingga sekelebat benak pun bisa dengan mudah tercantum di Facebook atau Twitter. Apakah dilarang? Tidak! TapiĀ  jangan sembarangan update status.

Statusmu Harimaumu..

Segala sesuatu yang berlebihan pasti menimbulkan efek yang kurang baik. Tentu kita masih ingat dengan kasus sekelompok siswa SMU dikeluarkan oleh sekolahnya karena kepergok sedang menghina guru di Facebook. Beberapa anak dibawah umur menjadi korban penculikan setelah sebelumnya menulis status di Facebook, kemudian diburu oleh penculik hingga disekap berhari-hari. Seorang motivator yang punya acara khusus di salah satu stasiun TV swasta telah menulis status di Twitter dan mengakibatkan reaksi yang luar biasa.

Semua itu bermuara dari satu hal, yaitu status. Kita kadang lupa bahwa sebaris kalimat pendek itu bisa dibaca oleh seluruh friendlist, kemudian masing-masing teman kita bisa menyebarkan juga ke seluruh friendlistnya, orang yang menerima pun juga bisa menyebarkan ke semua friendlistnya. Akhirnya tulisan yang tadinya kita anggap biasa saja bisa menjadi luar biasa karena telah tersebar ke ratusan atau ribuan orang. Maka hati-hatilah dalam menulis status.

Bagaimana di luar negeri? Ternyata setali-tiga-uang. Fenomena ini juga merambah anak-anak disana dan menimbulkan korban yang sama. Modusnya sama dengan disini, para predator anak biasanya mengincar korbannya melalui jaringan pertemanan. Mereka membuat akun palsu yang diberi foto menarik supaya anak-anak mau menjadi temannya, lalu memberikan kalimat yang manis, dan mereka berhasil memperdaya anak-anak.

Ternyata ini juga disebabkan kebiasaan untuk berkompetisi memiliki teman sebanyak-banyaknya. Kadang kita suka asal menerima rekues pertemanan dari seseorang yang tidak kenal. Padahal ini sangat berbahaya, karena bisa jadi dia berniat buruk. Ingat! Ada pepatah di dunia maya : Jangan percayai siapapun di Internet.

Forthehack, sebuah organisasi non-profit memiliki cara yang unik untuk mengingatkan siapapun untuk berhati-hati mengupdate statusnya, terutama status yang hanya memberitahu dimana posisi mereka. Mereka membuat website yang bernama Please Rob Me. Situs yang baru diluncurkan pertengahan Februari 2010 ini langsung mendapatkan berbagai macam reaksi. Ada yang mendukung, ada pula yang mengecam.

pleaserobme

Forthehack menganggap bahwa memberitahu posisi seseorang kepada semua orang itu sangat berbahaya. Karena ini bisa dijadikan sarana bagi penjahat untuk melacak posisi korbannya. Sehingga bisa diputuskan, apakah mereka ingin menculik korban atau mau merampok rumahnya. Mungkin Anda menganggap ini sebuah lelucon, tapi bila dipikirkan lebih dalam, kekhawatiran mereka ada benarnya juga.

Eforia aplikasi sosial media yang sedang melanda Indonesia sebaiknya disikapi dengan wajar dan tidak belebihan. Buat batasan yang jelas antara hal pribadi dan umum. Pastikan Anda mengenal semua teman Anda. Dan tentu saja, Jangan Sembarangan Update Status.

Tags: ,

9 Responses to “Jangan Sembarangan Update Status”

  1. Mardianto 21 February 2010 at 1:53 pm Permalink

    Setuju!

    Jadi buat update status Twitter yang umum-umum saja (tidak terlalu pribadi). Yang Facebook boleh update status pribadi asal memperhatikan siapa saja temannya dan pengaturan privasinya. Betul begitu?

    Soal status lokasi, kalau Koprol gimana tuh?

  2. sofyanr 21 February 2010 at 3:15 pm Permalink

    hehehe… benar sekali. Ada istilah baru lagi: SOCIAL CRIME..!!! Perilaku kriminal yang memanfaatkan fasilitas Media Sosial

  3. jojo 21 February 2010 at 11:44 pm Permalink

    memang susah juga kalo ngga tau batasan-batasan di socmed…. hihi..

  4. slams 22 February 2010 at 9:14 am Permalink

    mangstabbb
    think positif aja…
    oya,, yakinkan bahwa yang kita add friend request adalah orang yang benar benar kita kenal

  5. mul14 1 March 2010 at 3:56 am Permalink

    @Mardianto
    Saya rasa koprol gak masalah. Karena yang lokasi yang diberikan adalah lokasi umum.
    Juga, koprol bebas check-in kemanapun. Jadi bisa saja informasi lokasi yang diberikan salah.

  6. wiwikwae 19 March 2010 at 2:59 am Permalink

    Sedang baca tulisan menarik.

    #update status ga pentyiiing banget!

  7. Bruce 22 May 2010 at 2:51 am Permalink

    memang susah juga kalo ngga tau batasan-batasan di socmed…. hihi..

  8. Steve 28 May 2010 at 2:37 pm Permalink

    mangstabbb
    think positif aja…
    oya,, yakinkan bahwa yang kita add friend request adalah orang yang benar benar kita kenal


Leave a Reply

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes